Teknik
Pengumpulan Data dengan Observasi
Teknik
observasi merupakan metode mengumpulkan data dengan mengamati langsung di
lapangan. Proses ini berlangsung dengan pengamatan yang meliputi melihat,
merekam, menghitung, mengukur, dan mencatat kejadian. Observasi bisa dikatakan
merupakan kegiatan yang meliputi pencatatan secara sistematik
kejadian-kejadian, perilaku, obyek-obyek yang dilihat dan hal-hal lain yang
diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukan. Pada tahap awal
observasi dilakukan secara umum, peneliti mengumpulkan data atau informasi
sebanyak mungkin. Tahap selanjutnya peneliti harus melakukan observasi yang
terfokus, yaitu mulai menyempitkan data atau informasi yang diperlukan sehingga
peneliti dapat menemukan pola-pola perilaku dan hubungan yang terus menerus
terjadi.Jika hal itu sudah diketemukan, maka
peneliti dapat menemukan tema-tema yang akan diteliti. Setidaknya, berdasarkan keterlibatan peneliti dalam
interaksi dengan objek penelitiannya, terdapat dua jenis observasi (Hariwijaya
2007: 74). Pertama, observasi partisipan, yaitu peneliti melakukan
penelitian dengan cara terlibat langsung dalam interaksi dengan objek
penelitiannya. Dengan kata lain, peneliti ikut berpartisipasi sebagai anggota
kelompok yang diteliti. Misalnya peneliti ingin meneliti pola interaksi pekerja
bangunan terjun langsung di lapangan menyamar sebagai pekerja bangunan. Kedua, observasi
nonpartisipan, yaitu peneliti melakukan penelitian dengan cara tidak
melibatkan dirinya dalam interaksi dengan objek penelitian. Sehingga, peneliti
tidak memposisikan dirinya sebagai anggota kelompok yang diteliti. Selain dua
jenis observasi tersebut, dikenal pula observasi partisipan-membership,
artinya peneliti adalah anggota dari kelompok yang diteliti. Contoh yang dapat
dikaji misalnya seorang wartawan meneliti pola interaksi dalam proses manajemen
media di tempatnya bekerja. Beberapa teknik yang biasa dilakukan dalam
observasi, antara lain: -membuat catatan anekdot¸ catatan informal yang
diguakan pada waktu mengadakan observasi, yang berisi tentang suatu gejala atau
peristiwa. Misal: tingkah laku manusia, -membuat daftar cek, daftar yang
berisi catatan setiap factor secara sistematis. Daftar cek ini dipersiapkan
sebelum observasi dan dibuat sesuai dengan tujuan khusus dalam observasi, -membuat
skala penilaian, skala yang digunakan untuk menetapkan penilaian secara
bertingkat dan untuk mengamati kondisi data secara kualitatif. Misal: meniliti
siswa dalam proses belajar mengajar, dan -memcatat dengan menggunakan alat,
pencatatan yang dilakukan melalui pengamatan dengan menggunakan alat, misal:
kamera, redorder, dan lain-lain. Sedangkan manfaat dari observasi
itu adalah peneliti akan mampu memahami konteks data secara menyeluruh,
memperoleh pengalaman langsung, dapat melihat hal-hal yang kurang diamati oleh
orang lain, dapat menemukan hal-hal yang tidak terungkap saat wawancara, dapat
mengungkapkan hal-hal yang ada di luar persepsi responden, dan juga dapat
memperoleh kesan-kesan pribadi terhadap obyek yang diteliti (Nasution, 1988).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar