IDENTITY
BAB I
SINOPSIS
Ceritanya
dimulai dari suatu rumah sakit jiwa yang mengadakan pengadilan dalam kondisi
khusus untuk pembunuh psycho yang mengidap multiple personality atau kepribadian
ganda bernama Malcolm Rivers (Pruitt Taylor Vince). Kemudian cerita beralih ke
sebuah motel di dekat las vegas dimana satu keluarga terjebak dalam badai dan
harus tetap di motel itu. Keluarga yang terdiri dari ayah bernama George York,
ibu yang bernama Alice York dan anak laki-laki bernama Timmy itu mengalami
kecelakaan kecil yang menyebabkan Alice terluka parah.
Sementara itu
mereka ditolong oleh seorang supir limusin, Edward (John Cusack)yang sedang
mengantar seorang aktris, Caroline. Larry , si pemilik hotel kemudian
menyarankan agar alice dibawa kerumah sakit tedekat yang jaraknya sekitar 30
mil dari motel. Akhirnya si supir limusin yang bernama Edward, pergi ke rumah
sakit tersebut. Sayangnya ditengah jalan ia terjebak banjir lalu kemudian bertemu
pasangan bernama ginny isiana (clea duvall) dan lou isiana (William lee scolt)
didalam mobil yang terjebak banjir. Edward kemudian menumpang bersama mereka
untuk kembali ke motel.
Setelah itu
datang seorang PSK bernama paris (Amanda peet) yang ingin berhenti dari
pekerjaannya dan membuka perkebunan jeruk bermaksud untuk menginap di hotel
tersebut. Kemudian disusul seorang polisi bernama Rhodes (ray liotta) bersama
napi pindahan yang kehabisan bensin. Mereka semua pun kemudian menginap di
hotel tersebut. Tak lama kemudian terjadi pembunuhan di hotel tersebut. Pertama
si aktris yang kepalanya ditemukan di mesin cuci motel, disusul lou suami
ginny. Awalnya dicurigai si pembunuh adalah napi yang dibawa oleh Rhodes tapi
kemudian ternyata si napi juga dibunuh dengan tongkat bisbol.
Anehnya di
setiap penemuan mayat ditemukan kunci kamar motel dengan urutan nomor 10 untuk
si aktris, 9 untuk lou , dan 8 untuk si napi. Tak disangka ditemukan mayat di
dalam lemari pendingin yang ternyata pemilik motel sebelumnya. Beberapa waktu
yang lalu, larry menemukan si pria sudah mati ketika datang ke motel, namun ia
bingung harus melakukan apa sehingga mayatnya disimpan dalam lemari pendingin
agar menunggu keluarganya datang tetapi tak pernah ada yang datang melainkan
tamu-tamu yang bermaksud menyewa kamar. Jadilah larry mengambil alih motel
tersebut.
Sayangnya tak ada
yang percaya dengan cerita larry sehingga ia dituduh sebagai pembunuh
orang-orang tersebut. Larry yang panik kemudian kabur dengan mobiil, namun
tidak sampai ia keluar dari motel, ia menabrak George. Larry akhirnya diamankan
dan kemudian alice yang terluka parah meninggal. Ginny yang kemudian mengambil
peran sebagai pelindung bagi timmy. Kemudian kabur membawa timmy. Namun mobil
yang mereka tumpangi meledak sebelum keluar dari motel.
Akhirnya
orang-orang yang tersisa hanya tinggal Edward, Rhodes, paris dan larry. Mereka
menerka-nerka latar belakang dari pembunuhan ini. Ternyata ulang tahun mereka
dan orang-orang yang dibunuh bertanggal sama , yaitu 10 mei dan mereka memiliki
nama depan atau nama belakang yang mirip nama Negara bagian seperti Edward `ed`
Dakota – Samuel Rhodes – paris Nevada – George York – alice York – timmy York –
larry Washington – caroline Suzanne – Virginia `ginny` isiana- lou isisana – Robert
maine. Kecurigaan mulai timbul satu sama lain yang menyebabkan larry terbunuh.
Tiba-tiba scene
berganti kembli ke pengadilan Malcolm rivers, ternyata dalam diri Malcolm terdapat
lebih dari 10 karakter berbeda yang ia karang sendiri dan saling membunuh dalam
cerita di motel tersebut. Dokter yang menanganinya percaya bahwa tokoh Rhodes
lah yang merupakan karakter pembunuh. Dengan kata lain, seluruh kejadian di
motel merupakan rekayasa pikiran Malcolm rivers yang diperintahkan untuk
menghilangkan kepribadian pembunuh dalam dirinya. Dari jalannya sidang seperti
melihat seluruh kepribadian Malcolm yang saling membunuh. Hal ini untuk
membuktikan bahwa sebenarnya raga Malcolm tidak bersalah, tapi
pikiran-pikirannya lah yang berbahaya.
Cerita lalu
kembali pada kejadian di motel, Edward dan Rhodes saling menembak hingga
keduanya tewas. Hingga tersisa paris yang akhirnya melanjutkan hidup membuka
kebun jeruk atau sama saja seperti karakter paris lah yang dipertahankan Malcolm.
Namuun unpredictable ending dalam film ini patut diacungi jempol. Karena
karakter pembunuh sebenarnya adalah timothy atau timmy anak dari george dan
caroline. Dialah yang membunuuh orang-orang atau kepribadian-kepribadian Malcolm.
Di akhir cerita paris yang sedang menggali tanah tiba-tiba menemukan kunci
motel bernomor 1, kemudian tiba-tiba datang timmy lalu membunuhnya sebagai
wujud dari Malcolm yang mempertahankan karakter timmy dalam dirinya .
BAB II
TEORI
Disimpulkan
bahwa pelaku tersebut mengalami multiple personality atau kepribadian ganda dan
schizophrenia.
Adapun
penjelasan teori dari multiple personality atau kepribadian ganda dan
schizophrenia adalah sebagai berikut :
1. Menurut
Sigmund freud
Istilah skizofrenia berasal dari kata schizos : pecah belah dan phren: jiwa. Skizofrenia
menjelaskan mengenai suatu gangguan jiwa dimana penderita mengalami perpecahan
jiwa adanya keretakan atau disharmoni antara proses berfikir, perasaan dan
perbuatan, Kraepelin seorang ahli kedokteran jiwa dari kota Munich memaparkan
skizofrenia sebagai bentuk kemunduran intelegensi sebelum waktunya yang
dinamakannya demensia prekox (demensia : kemunduran intelegensi) prekox (muda, sebelum waktunya).Ada banyak
perkiraan sebagai penyebab terjadinya skizofrenia, baik yang berasal dari
badaniah (somatogenik) maupun psikologis (psikogenik). Perkiraan penyebab
skizofrenia yang berasal dari segi fisik yang pertama adalah berasal dari
faktor genetik atau faktor keturunan, hal ini telah dibuktikan dengan
penelitian tentang keluarga penderita skizofrenia. Potensi untuk mendapatkan
skizofrenia tidak langsung diturunkan melalui gen resesif, potensi ini mungkin
kuat tapi mungkin lemah sebab selanjutnya juga akan tergantung pada lingkungan
individu apakah akan menjadi skizofrenia atau tidak. Sama seperti penderita
diabetes mellitus walaupun ia adalah resesif diabetes namun jika ia dapat
menjaga pola hidup yang sehat maka ia tidak akan menderita diabetes.
Selanjutnya adalah kelainan susunan syaraf pusat, yang terletak pada
diensefalon atau kortex otak, kelainan tersebut mungkin disebabkan oleh
perubahan postmortem.
2. Menurut
Sigmund freud
Multiple personality atau kepribadian
ganda pada teori psikoanalisa nya, mengemukakan trauma pada masa kanak-kanak
adalah kejadian paling berpeluang mengakibatkan gangguan kepribadian seseorang.
Pada masa kanak-kanak itulah kepribadian mulai berkembang dan terbentuk saat
terjadi pengalaman buruk, pengalaman-pengalaman tersebut sebisa mungkin akan di
tekan (repress) ke dalam alam bawah sadar. Namun ada beberapa
kejadian yang benar-benar tidak bisa ditangani oleh penderita, sehingga
memaksanya untuk menciptakan sosok pribadi lainnya yang mampu menghadapi
situasi itu. Hal ini merupakan mekanisme pertahanan diri, suatu sistem yang
terbentuk saat seseorang tidak bisa menghadapi sebuah kecemasan yang luar
biasa. Kepribadian-kepribadian baru akan terus muncul apabila terjadi lagi
suatu peristiwa yang tidak bisa teratasi. Munculnya
kepribadian-kepribadian itu tergantung pada situasi yang dihadapi. Kepribadian
aslinya cenderung tidak mengetahui keberadaan kepribadian lainnya, karena
memang hal itu yang diinginkan, yaitu melupakan hal-hal yang telah diambil alih
oleh kepribadian lainnya.
BAB III
ANALISIS
Seorang yang
mengalami skizofrenia seakan-akan memiliki dunia sendiri. Hal ini tidak dapat
dicegah dan pengobatan pun harus diberikan seumur hidup mereka.
Deskripsi
Istilah "skizofrenia" berasal dari bahasa Inggris yaitu "schizophrenia" yang memiliki arti "pikiran terbagi atau terpecah" di mana hal itu mengacu pada terganggunya keseimbangan pada emosi dan pikiran.
Seperti dilansir Mayo Clinic dan WebMD, Jumat (23/8/2013), skizofrenia juga diartikan sebagai sekelompok gangguan berat pada otak di mana orang akan menafsirkan realitas dengan abnormal, tidak seperti orang pada umumnya. Orang yang mengalami hal ini akan mengalami beberapa hal seperti halusinasi, khayalan, dan gangguan pada pemikiran dan perilaku. Mayoritas dari penderitanya mengalami rasa takut yang luar biasa. Biasanya, penyakit ini mulai muncul pada usia dewasa muda. Skizofrenia bisa dikatakan sebagai sebuah kondisi yang kronis. Sebab, penderitanya tidak dapat dilepaskan dari namanya pengobatan. Mereka harus mendapatkan perawatan seumur hidup mereka.
Skizofrenia dibedakan menjadi lima subtipe, yakni:
1. Paranoid
Orang yang mengalami hal ini akan sering berkhayal dan mengalami halusinasi, biasanya pada pendengaran. Penderitanya sering mendengar suara-suara pada telinganya, padahal suara itu tidak didengarkan oleh orang lain. Namun, fungsi intelektual dari penderitanya biasanya relatif normal. Jika seseorang mengalami paranoid, biasanya penderitanya biasanya lebih sering menunjukkan kemarahan, bersikap acuh tak acuh, dan cemas. Namun, hal ini masih bisa disembuhkan.
2. Katatonik
Orang yang mengalami subtipe dari skizofrenia ini seringkali melakukan kegiatan dan gerakan yang tidak berarti. Mereka juga akan menarik diri dari lingkungan sosial. Mereka lebih senang menyendiri dan tidak melakukan interaksi dengan orang lain.
3. Tidak teratur
Jenis skizofrenia ini ditandai dengan ucapan dan perilaku yang tidak teratur atau sulit dipahami, misalnya tertawa tanpa alasan yang jelas. Mereka juga sering meluapkan emosi yang tidak pantas. Selain itu, orang yang mengalami hal ini akan terlihat sibuk dengan pemikiran atau persepsi mereka sendiri. Sangat kecil kemungkinan untuk menyembuhkan jenis skizofrenia ini.
4. Diferentiatif
Dibandingkan dengan subtipe lainnya, jenis skizofrenia ini adalah jenis yang paling banyak dialami oleh para penderitanya. Gejala yang ditimbulkan merupakan kombinasi dari beberapa subtipe dari skizofrenia.
5. Residual
Orang yang mengalami hal ini biasanya tidak akan menunjukkan gejala-gejala positif dari penyakit skizofrenia, seperti berkhayal, halusinasi, tidak teratur dalam berbicara dan berperilaku. Biasanya, jenis penyakit ini akan terdiagnosa setelah salah satu dari empat subptipe skizofrenia telah terjadi.
Meski sudah dijelaskan mengenai subtipe dari penyaki skizofrenia, namun sangat sulit untuk menentukan jenis skizofrenia mana yang dialami oleh si penderita. Sebab, mayoritas dari penderita akan menunjukkan gejala-gejala yang hampir sama dengan penderita lainnya.
Namun, bila penderita sudah menunjukkan beberapa gejala yang dianggap sudah mewakili penyakit ini, maka pengobatan harus dilakukan dengan cepat. Sebab, bila tidak, hal ini dapat menimbulkan beberapa masalah lain. Seringkali, penderita ingin berbuat sesuatu yang dapat menyakiti dirinya sendiri. Bila hal itu tidak berhasil dilakukan, mereka mungkin akan mencoba untuk bunuh diri.
Gejala
Tanda dan gejala yang dialami oleh penderita skizofrenia seringkali dikaitkan dengan penyakit mental lainnya. Sebab, tanda dan gejala dari penyakit ini memang hampir sama dengan tanda dan gejala dari penyakit mental lainnya. Hal ini yang menyebabkan penyakit skizofrenia sulit untuk didiagnosis.
Tanda dan gejala dari penyakit ini dibagi menjadi tiga kategori:
1. Gejala positif
Fungsi otak dari penderita penyakit skizofrenia akan bekerja lebih aktif atau bisa dikatakan berlebihan. Hal ini menyebabkan otak bekerja dengan tidak normal. Akibatnya, penderita akan mengalami beberapa hal seperti berikut ini:
Deskripsi
Istilah "skizofrenia" berasal dari bahasa Inggris yaitu "schizophrenia" yang memiliki arti "pikiran terbagi atau terpecah" di mana hal itu mengacu pada terganggunya keseimbangan pada emosi dan pikiran.
Seperti dilansir Mayo Clinic dan WebMD, Jumat (23/8/2013), skizofrenia juga diartikan sebagai sekelompok gangguan berat pada otak di mana orang akan menafsirkan realitas dengan abnormal, tidak seperti orang pada umumnya. Orang yang mengalami hal ini akan mengalami beberapa hal seperti halusinasi, khayalan, dan gangguan pada pemikiran dan perilaku. Mayoritas dari penderitanya mengalami rasa takut yang luar biasa. Biasanya, penyakit ini mulai muncul pada usia dewasa muda. Skizofrenia bisa dikatakan sebagai sebuah kondisi yang kronis. Sebab, penderitanya tidak dapat dilepaskan dari namanya pengobatan. Mereka harus mendapatkan perawatan seumur hidup mereka.
Skizofrenia dibedakan menjadi lima subtipe, yakni:
1. Paranoid
Orang yang mengalami hal ini akan sering berkhayal dan mengalami halusinasi, biasanya pada pendengaran. Penderitanya sering mendengar suara-suara pada telinganya, padahal suara itu tidak didengarkan oleh orang lain. Namun, fungsi intelektual dari penderitanya biasanya relatif normal. Jika seseorang mengalami paranoid, biasanya penderitanya biasanya lebih sering menunjukkan kemarahan, bersikap acuh tak acuh, dan cemas. Namun, hal ini masih bisa disembuhkan.
2. Katatonik
Orang yang mengalami subtipe dari skizofrenia ini seringkali melakukan kegiatan dan gerakan yang tidak berarti. Mereka juga akan menarik diri dari lingkungan sosial. Mereka lebih senang menyendiri dan tidak melakukan interaksi dengan orang lain.
3. Tidak teratur
Jenis skizofrenia ini ditandai dengan ucapan dan perilaku yang tidak teratur atau sulit dipahami, misalnya tertawa tanpa alasan yang jelas. Mereka juga sering meluapkan emosi yang tidak pantas. Selain itu, orang yang mengalami hal ini akan terlihat sibuk dengan pemikiran atau persepsi mereka sendiri. Sangat kecil kemungkinan untuk menyembuhkan jenis skizofrenia ini.
4. Diferentiatif
Dibandingkan dengan subtipe lainnya, jenis skizofrenia ini adalah jenis yang paling banyak dialami oleh para penderitanya. Gejala yang ditimbulkan merupakan kombinasi dari beberapa subtipe dari skizofrenia.
5. Residual
Orang yang mengalami hal ini biasanya tidak akan menunjukkan gejala-gejala positif dari penyakit skizofrenia, seperti berkhayal, halusinasi, tidak teratur dalam berbicara dan berperilaku. Biasanya, jenis penyakit ini akan terdiagnosa setelah salah satu dari empat subptipe skizofrenia telah terjadi.
Meski sudah dijelaskan mengenai subtipe dari penyaki skizofrenia, namun sangat sulit untuk menentukan jenis skizofrenia mana yang dialami oleh si penderita. Sebab, mayoritas dari penderita akan menunjukkan gejala-gejala yang hampir sama dengan penderita lainnya.
Namun, bila penderita sudah menunjukkan beberapa gejala yang dianggap sudah mewakili penyakit ini, maka pengobatan harus dilakukan dengan cepat. Sebab, bila tidak, hal ini dapat menimbulkan beberapa masalah lain. Seringkali, penderita ingin berbuat sesuatu yang dapat menyakiti dirinya sendiri. Bila hal itu tidak berhasil dilakukan, mereka mungkin akan mencoba untuk bunuh diri.
Gejala
Tanda dan gejala yang dialami oleh penderita skizofrenia seringkali dikaitkan dengan penyakit mental lainnya. Sebab, tanda dan gejala dari penyakit ini memang hampir sama dengan tanda dan gejala dari penyakit mental lainnya. Hal ini yang menyebabkan penyakit skizofrenia sulit untuk didiagnosis.
Tanda dan gejala dari penyakit ini dibagi menjadi tiga kategori:
1. Gejala positif
Fungsi otak dari penderita penyakit skizofrenia akan bekerja lebih aktif atau bisa dikatakan berlebihan. Hal ini menyebabkan otak bekerja dengan tidak normal. Akibatnya, penderita akan mengalami beberapa hal seperti berikut ini:
- Berkhayal
Ini merupakan
hal yang paling umum dialami oleh para penderita skizofrenia. Mereka memiliki
keyakinan yang berbeda dengan orang normal. Mereka akan melihat realitas yang
berbeda pula. Selain itu, penderita juga sering salah menafsirkan persepsi.
- Halusinasi
Orang yang
mengalami penyakit ini sering berhalusinasi. Mereka seringkali melihat atau
mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada.
- Gangguan pikiran
Penderita
skizofrenia akan kesulitan berbicara dan mengatur pikirannya sehingga hal ini
mengganggu kemampuan berkomunikasi.
- Perilaku tidak teratur
Orang yang
mengalami skizofrenia sering berperilaku aneh, seperti anak kecil yang
melakukan hal-hal konyol.
Selain keempat hal di atas, para penderitanya juga sering curiga dan mereka seolah-olah berada di bawah pengawasan yang ketat. Hal itu menyebabkan mereka merasa tertekan.
2. Gejala negatif
Gejala ini mengacu pada berkurangnya atau bahkan tidak adanya karakteristik fungsi otak yang normal. Gejala ini mungkin muncul disertai atau tanpa adanya gejala positif. Gejala-gejala yang ditimbulkan antara lain:
Selain keempat hal di atas, para penderitanya juga sering curiga dan mereka seolah-olah berada di bawah pengawasan yang ketat. Hal itu menyebabkan mereka merasa tertekan.
2. Gejala negatif
Gejala ini mengacu pada berkurangnya atau bahkan tidak adanya karakteristik fungsi otak yang normal. Gejala ini mungkin muncul disertai atau tanpa adanya gejala positif. Gejala-gejala yang ditimbulkan antara lain:
- Sulit mengekspresikan emosi
- Menarik diri dari lingkungan sosial
- Kehilangan motivasi
- Tidak minat melakukan kegiatan sehari-hari
- Mengabaikan kebersihan pribadi
Gejala-gejala
tersebut seringkali dianggap sebagai kemalasan yang biasa dialami oleh tiap
orang. Namun, hal itu ternyata keliru.
3. Gejala kognitif
Jenis gejala ini akan menimbulkan masalah pada proses berpikir. Tanda dan gejala yang mungkin timbul, antara lain:
3. Gejala kognitif
Jenis gejala ini akan menimbulkan masalah pada proses berpikir. Tanda dan gejala yang mungkin timbul, antara lain:
- Masalah dalam membuat informasi yang masuk akal dan
dapat dimengerti
- Sulit berkonsentrasi
- Masalah pada memori otak
Selain ketiga
gejala di atas, penyakit skizofrenia juga akan menimbulkan masalah pada suasana
hati. Para penderitanya akan mengalami depresi, cemas, dan seringkali mencoba
untuk bunuh diri. Gejala-gejala dari penyakit ini lambat laun dapat melumpuhkan
para penderitanya. Sebab, hal ini sangatlah mengganggu kemampuan mereka untuk
melakukan kegiatan rutin sehari-hari.
Namun, apabila penderitanya masih berusia remaja, gejala yang ditimbulkan sulit untuk dideteksi dan kemudian dianggap sebagai penyakit skizofrenia. Sebab, pada usia tersebut mereka pasti akan mengalami hal-hal ini yang ternyata merupakan gejala dari penyakit skizofrenia:
Namun, apabila penderitanya masih berusia remaja, gejala yang ditimbulkan sulit untuk dideteksi dan kemudian dianggap sebagai penyakit skizofrenia. Sebab, pada usia tersebut mereka pasti akan mengalami hal-hal ini yang ternyata merupakan gejala dari penyakit skizofrenia:
- Menarik diri dari keluarga dan teman
- Penurunan kinerja di sekolah
- Sulit tidur
- Cepat emosi
Namun, bila
dibandingkan dengan orang dewasa, anak muda kurang cenderung mengalami khayalan
dan lebih cenderung mengalami halusinasi visual.
Penyebab
Penyebab pasti dari penyakit skizofrenia belum diketahui. Namun, beberapa peneliti percaya bahwa penyakit ini dapat terjadi akibat unsur kimia pada otak bermasalah, termasuk neurotransmiter dopamin dan glutamat. Hal ini terlah dibuktikan dari sebuah studi neuroimaging yang menunjukkan perbedaan dalam struktur otak dan sistem saraf pusat dari penderita skizofrenia. Selain itu, para peneliti juga percaya bahwa faktor genetika dan lingkungan turut berkontribusi dalam perkembangan penyakit ini. Namun, ada beberapa faktor yang tampaknya dapat meningkatkan risiko penyakit ini timbul dan berkembang, seperti:
Penyebab
Penyebab pasti dari penyakit skizofrenia belum diketahui. Namun, beberapa peneliti percaya bahwa penyakit ini dapat terjadi akibat unsur kimia pada otak bermasalah, termasuk neurotransmiter dopamin dan glutamat. Hal ini terlah dibuktikan dari sebuah studi neuroimaging yang menunjukkan perbedaan dalam struktur otak dan sistem saraf pusat dari penderita skizofrenia. Selain itu, para peneliti juga percaya bahwa faktor genetika dan lingkungan turut berkontribusi dalam perkembangan penyakit ini. Namun, ada beberapa faktor yang tampaknya dapat meningkatkan risiko penyakit ini timbul dan berkembang, seperti:
- Kondisi hidup yang penuh stres
- Sering mengkonsumsi obat psikoaktif selama masa
remaja dan dewasa muda
- Sering terkena paparan virus, racun, atau kekurangan
gizi selama masa kehamilan, khususnya pada trimester pertama dan kedua
Pengobatan
Tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit skizofrenia. Namun, pengobatan dini dapat membantu mencegah kekambuhan dan memburuknya gejala yang timbul akibat dari penyakit ini. Bila tidak diobati, penyakit ini dapat menimbulkan masalah pada emosi, perilaku, dan kesehatan yang semakin lama akan semakin memburuk. Oleh karena itu, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter. Bila Anda telah menduga bahwa Anda mengalami skizofrenia, bicaralah ke dokter Anda. Sebab, dokter akan langsung meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa jenis tes dan ujian yang umumnya dilakukan oleh dokter, antara lain:
Tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit skizofrenia. Namun, pengobatan dini dapat membantu mencegah kekambuhan dan memburuknya gejala yang timbul akibat dari penyakit ini. Bila tidak diobati, penyakit ini dapat menimbulkan masalah pada emosi, perilaku, dan kesehatan yang semakin lama akan semakin memburuk. Oleh karena itu, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter. Bila Anda telah menduga bahwa Anda mengalami skizofrenia, bicaralah ke dokter Anda. Sebab, dokter akan langsung meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa jenis tes dan ujian yang umumnya dilakukan oleh dokter, antara lain:
- Tes laboratorium
Dokter akan
melakukan tes darah, misalnya dengan melakukan penghitungan sel darah secara
lengkap (CBC). Hal ini dapat membantu Anda untuk menyingkirkan kondisi lain
yang menimbulkan gejala serupa. Selain itu, dokter mungkin akan
merekomendasikan kepada Anda untuk melakukan skrining untuk alkohol dan
obat-obatan.
- Tes pencitraan dengan menggunakan magnetic resonance
imaging (MRI) dan computed tomography (CT) scan.
- Evaluasi psikologis
Dokter akan
memeriksa status mental Anda dengan cara mengamati penampilan dan sikap Anda.
Dokter akan mengajukan pertanyaan seputar pikiran, suasana hati, khayalan,
halusinasi, penyalahgunaan zat, dan potensi percobaan bunuh diri.
Bila dokter sudah menetapkan bahwa Anda mengalami penyakit skizofrenia, dokter pasti akan langsung merujuk Anda untuk melakukan pengobatan. Penyakit ini mruapakan suatu kondisi kronis yang mengharuskan penderitanya untuk melakukan pengobatan seumur hidup mereka walaupun gejala yang timbul juga telah mereda. Anda dapat melakukan pengobatan dengan cara menggunakan obat-obatan atu dengan terapi psikososial.
1. Obat-obatan
Pengobatan dasar untuk mengatasi penyakit skizofrenia adalah dengan menggunakan obat-obatan. Obat antipsikotik adalah obat yang paling sering digunakan untuk mengobati penyakit ini. Jenis obat ini dapat mengontrol gejala karena obat ini dapat mempengaruhi neurotransmitter otak dopamin dan serotonin.
Pilihan pengobatan juga disesuaikan dengan keadaan dari penderitanya. Bila si penderita merupakan pribadi yang tidak disiplin dan pelupa, dokter mungkin akan memberikan obat dengan cara disuntikkan, bukan dalam bentuk pil yang sering dilupakan.
Selain itu, apabila si penderita adalah pribadi yang gelisah, dokter akan melakukan pengobatan awal dengan memberikan obat penenang, seperti benzodiazepin dan lorazepam (Ativan), di mana obat tersebut dapat dikombinasikan dengan obat antipsikotik. Berikut jenis-jenis obat yang dapat Anda gunakan untuk menangani penyakit ini:
Bila dokter sudah menetapkan bahwa Anda mengalami penyakit skizofrenia, dokter pasti akan langsung merujuk Anda untuk melakukan pengobatan. Penyakit ini mruapakan suatu kondisi kronis yang mengharuskan penderitanya untuk melakukan pengobatan seumur hidup mereka walaupun gejala yang timbul juga telah mereda. Anda dapat melakukan pengobatan dengan cara menggunakan obat-obatan atu dengan terapi psikososial.
1. Obat-obatan
Pengobatan dasar untuk mengatasi penyakit skizofrenia adalah dengan menggunakan obat-obatan. Obat antipsikotik adalah obat yang paling sering digunakan untuk mengobati penyakit ini. Jenis obat ini dapat mengontrol gejala karena obat ini dapat mempengaruhi neurotransmitter otak dopamin dan serotonin.
Pilihan pengobatan juga disesuaikan dengan keadaan dari penderitanya. Bila si penderita merupakan pribadi yang tidak disiplin dan pelupa, dokter mungkin akan memberikan obat dengan cara disuntikkan, bukan dalam bentuk pil yang sering dilupakan.
Selain itu, apabila si penderita adalah pribadi yang gelisah, dokter akan melakukan pengobatan awal dengan memberikan obat penenang, seperti benzodiazepin dan lorazepam (Ativan), di mana obat tersebut dapat dikombinasikan dengan obat antipsikotik. Berikut jenis-jenis obat yang dapat Anda gunakan untuk menangani penyakit ini:
- Obat konvesional atau tipikal dan obat antipsikotik
Jenis obat ini
memiliki efek samping neurologis yang berpotensi untuk mengembangkan gangguan
pada gerakan (tardive dyskinesia). Beberapa macam dari jenis obat ini, antara
lain Chlorpromazine, Fluphenazine, Haloperidol (Haldol), dan Perphenazine.
Selain itu, Anda juga dapat menggunakan obat antipsikotik yang dapat mengontrol
tanda dan gejala dari penyakit skizofrenia dengan dosis serendah mungkin.
- Obat antipsikotik atipikal
Ini merupakan
jenis obat baru yang juga digunakan untuk mengatasi penyakit skizofrenia. Obat
ini juga lebih banyak disukai karena memiliki risiko efek samping yang
ditimbulkan lebih rendah daripada obat konvensional. Efek samping dari jenis
obat ini antara lain menambah berat badan, menimbulkan penyakit diabetes, dan
kolestrol darah menjadi tinggi. Ada beberapa macam obat antipsikotik atipikal,
misalnya Aripiprazole (Abilify), Clozapine (Clozaril, Fazaclo ODT), Olanzapine
(Zyprexa), dan masih banyak lagi.
Dengan melakukan pengobatan dengan obat-obatan seperti di atas, kondisi Anda dapat Anda kelola dengan lebih mudah. Namun, karena banyak obat yang menimbulkan efek samping yang serius, banyak orang enggan untuk melakukan pengobatan dengan menggunakan obat-obatan.
2. Perawatan psikososial
Meskipun obat-obatan adalah landasan dari pengobatan penyakit skizofrenia, perawatan psikososial juga penting untuk dilakukan. Pada perawatan ini, Anda akan melakukan beberapa hal, seperti berikut:
Dengan melakukan pengobatan dengan obat-obatan seperti di atas, kondisi Anda dapat Anda kelola dengan lebih mudah. Namun, karena banyak obat yang menimbulkan efek samping yang serius, banyak orang enggan untuk melakukan pengobatan dengan menggunakan obat-obatan.
2. Perawatan psikososial
Meskipun obat-obatan adalah landasan dari pengobatan penyakit skizofrenia, perawatan psikososial juga penting untuk dilakukan. Pada perawatan ini, Anda akan melakukan beberapa hal, seperti berikut:
- Pelatihan keterampilan sosial untuk meningkatkan
kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi.
- Terapi keluarga yang dapat memberikan dukungan dan
pendidikan bagi keluarga yang berhubungan dengan penderita penyakit
skizofrenia.
- Rehabilitasi vokasional atau kejuruan dan dukungan
pekerjaan guna membantu penderita skizofrenia untuk dapat mempertahankan
pekerjaan mereka walaupun dalam kondisi krisis.
- Terapi individu. Penderita akan diajari untuk
mengelola stress dan mengidentifikasi tanda dan gejala sedini mungkin
supaya mereka dapat menghindari kekambuhan.
Selain itu, bagi orang-orang yang memiliki risiko pada peningkatan
penyakit skizofrenia dianjurkan untuk melakukan langkah-langkah proaktif,
seperti menghindari penggunaan narkoba, mengurangi stres, dan tidur dengan
cukup.
Dengan begitu, mereka dapat terbantu untuk meminimalkan gejala dan mencegah penyakit ini semakin memburuk. Dengan perawatan yang tepat, kebanyakan orang dengan skizofrenia dapat mengelola kondisi mereka.
Dengan begitu, mereka dapat terbantu untuk meminimalkan gejala dan mencegah penyakit ini semakin memburuk. Dengan perawatan yang tepat, kebanyakan orang dengan skizofrenia dapat mengelola kondisi mereka.
Pemecahan kepribadian atau sering juga disebut kepribadian ganda, atau juga lebih
terkenal dengan nama alter ego. Merupakan suatu keadaan di mana
kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain.
Kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang muncul
karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin dilakukannya. Dalam
bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa ada satu orang yang memiliki
pribadi lebih dari satu atau memiliki dua pribadi sekaligus. Kadang si
penderita tidak tahu bahwa ia memiliki kepribadian ganda, dua pribadi yang ada
dalam satu tubuh ini juga tidak saling mengenal dan lebih parah lagi
kadang-kadang dua pribadi ini saling bertolak belakang sifatnya.
Akan tetapi,ada kasus penyembuhan dimana dua pribadi atau lebih
yang ada dalam tubuh ini saling mengenal,dan mereka melakukan sinkronisasi atau
menyelaraskan pola pikir,sifat,dan tujuan mereka sehingga mereka mampu membagi
segalanya yang ada di hidup mereka dengan perjanjian atau syarat tertentu yang
mereka buat sendiri.Dengan begitu mereka mampu menjalani kehidupan normal
bahkan bisa mengendalikan pengambilan alih badan atas keinginan mereka
sendiri.Penderita yang sudah melakukan sinkronisasi dengan dirinya yang satu
lagi akan terlihat seperti orang normal selayaknya.
Terlebih lagi penderita yang sudah melakukan sinkronisasi bila
dilihat dari luar akan terlihat seperti orang yang mempunyai banyak
keahlian,hal ini dikarenakan kepribadian si penderita yang lain mempunyai sifat
dan keahlian tersendiri,sehingga ketika si kepribadian asli tidak bisa
melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan kepribadian lainnya,Ia akan bertukar
dengan kepribadian yang ahli dalam hal itu untuk diandalakan dalam
menyelesaikan hal tersebut.
Contohnya apabila ada kasus dimana seorang mahasiswa
berkepribadian ganda harus melakukan presentasi materi di depan
kelas.Kepribadian asli mahasiswa ini mempunyai sifat gugup bila dihadapan orang
ramai yang membuatnya buruk dalam presentasi,dan secara kebetulan
kepribadiannya yang lain mempunyai sifat berani dan percaya diri.Dalam keadaan
ini apabila sudah melakukan sinkronisasi si kepribadian asli akan bertukar
dengan kepribadian yang percaya diri ini untuk menyelesaikan presentasi yang
harus dilakukan.
Ataupun keadaan dimana si penderita harus mengikuti ujian
matematika,tentu si penderita akan berdiskusi dengan kepribadiannya yang lain siapa
yang lebih mampu untuk mengerjakan soal hitung-hitungan tersebut.
BAB IV
KESIMPULAN
DAN DISKUSI
Adegan ini dapat dikatakan adegan utama dari
film ini yang dapat menjelaskan keseluruhan cerita, adegan ini pula yang
menghubungkan dua latar yang tidak berhubungan sebelumnya. Plotutama
dari cerita adalah : multiple personality, kesepuluh tokoh
tersebut adalah kepribadian-kepribadian dari Malcolm Rivers yang dipaksa saling
bunuh agar tercipta satu kepribadian saja yang tersisa. Bisa dikatakan Rivers,
sedang disembuhkan dari ‘penyakit’ kepribadian ganda.
Sebagai kesimpulan, film ini menawarkan
beberapa plot twist yang menarik :
1.
‘Puisi’ diawal film, merupakan foreshadowing atas
adegan utama dari film ini.
2.
Menggunakan cara flashback, untuk
menjelaskan kejadian-kejadian di film, ini merupakan cara termudah dan banyak
digunakan pada film atau novel bergenre seperti ini.
3.
Tokoh-tokoh kepribadian, konsep menarik
untuk menjelaskan pembunuhan berantai, jadi sebenarnya tidak ada jiwa yang
hilang di film ini. Kurang lebih, kepribadian yang hilang.
4.
Pada awal film, terlihat bahwa film ini
merupakan film pembantaian biasa, pada bagian tengah, dibalikkan bahwa ini sama
sekali bukan pembunuhan (tidak ada nyawa yang melayang), pada akhir film saya
menyadari bahwa memang terjadi pembantaian, bukan nyawa, namun kepribadian.
Kesamaan dengan ‘And There They
Were None‘ bukan itu saja, jika anda juga sudah membaca novel tersebut,
pada film ini dimasukkan unsur plot ‘Red Herring’ (pengalih
perhatian), anda akan menyadari bahwa ada tokoh yang pura-pura (diperlihatkan)
mati, yang anda temukan ternyata adalah pelakunya. Kalau saya tidak salah
ingat, keduanya merupakan nomor ke-4. Keduanya merupakan tokoh yang paling
terlihat tidak bersalah.
DAFTAR PUSTAKA :