Rabu, 28 Mei 2014

tugas makalah film identity

IDENTITY

                                                                      BAB I
                                                                  SINOPSIS

Ceritanya dimulai dari suatu rumah sakit jiwa yang mengadakan pengadilan dalam kondisi khusus untuk pembunuh psycho yang mengidap multiple personality atau kepribadian ganda bernama Malcolm Rivers (Pruitt Taylor Vince). Kemudian cerita beralih ke sebuah motel di dekat las vegas dimana satu keluarga terjebak dalam badai dan harus tetap di motel itu. Keluarga yang terdiri dari ayah bernama George York, ibu yang bernama Alice York dan anak laki-laki bernama Timmy itu mengalami kecelakaan kecil yang menyebabkan Alice terluka parah.
Sementara itu mereka ditolong oleh seorang supir limusin, Edward (John Cusack)yang sedang mengantar seorang aktris, Caroline. Larry , si pemilik hotel kemudian menyarankan agar alice dibawa kerumah sakit tedekat yang jaraknya sekitar 30 mil dari motel. Akhirnya si supir limusin yang bernama Edward, pergi ke rumah sakit tersebut. Sayangnya ditengah jalan ia terjebak banjir lalu kemudian bertemu pasangan bernama ginny isiana (clea duvall) dan lou isiana (William lee scolt) didalam mobil yang terjebak banjir. Edward kemudian menumpang bersama mereka untuk kembali ke motel.
Setelah itu datang seorang PSK bernama paris (Amanda peet) yang ingin berhenti dari pekerjaannya dan membuka perkebunan jeruk bermaksud untuk menginap di hotel tersebut. Kemudian disusul seorang polisi bernama Rhodes (ray liotta) bersama napi pindahan yang kehabisan bensin. Mereka semua pun kemudian menginap di hotel tersebut. Tak lama kemudian terjadi pembunuhan di hotel tersebut. Pertama si aktris yang kepalanya ditemukan di mesin cuci motel, disusul lou suami ginny. Awalnya dicurigai si pembunuh adalah napi yang dibawa oleh Rhodes tapi kemudian ternyata si napi juga dibunuh dengan tongkat bisbol.
Anehnya di setiap penemuan mayat ditemukan kunci kamar motel dengan urutan nomor 10 untuk si aktris, 9 untuk lou , dan 8 untuk si napi. Tak disangka ditemukan mayat di dalam lemari pendingin yang ternyata pemilik motel sebelumnya. Beberapa waktu yang lalu, larry menemukan si pria sudah mati ketika datang ke motel, namun ia bingung harus melakukan apa sehingga mayatnya disimpan dalam lemari pendingin agar menunggu keluarganya datang tetapi tak pernah ada yang datang melainkan tamu-tamu yang bermaksud menyewa kamar. Jadilah larry mengambil alih motel tersebut.
Sayangnya tak ada yang percaya dengan cerita larry sehingga ia dituduh sebagai pembunuh orang-orang tersebut. Larry yang panik kemudian kabur dengan mobiil, namun tidak sampai ia keluar dari motel, ia menabrak George. Larry akhirnya diamankan dan kemudian alice yang terluka parah meninggal. Ginny yang kemudian mengambil peran sebagai pelindung bagi timmy. Kemudian kabur membawa timmy. Namun mobil yang mereka tumpangi meledak sebelum keluar dari motel.
Akhirnya orang-orang yang tersisa hanya tinggal Edward, Rhodes, paris dan larry. Mereka menerka-nerka latar belakang dari pembunuhan ini. Ternyata ulang tahun mereka dan orang-orang yang dibunuh bertanggal sama , yaitu 10 mei dan mereka memiliki nama depan atau nama belakang yang mirip nama Negara bagian seperti Edward `ed` Dakota – Samuel Rhodes – paris Nevada – George York – alice York – timmy York – larry Washington – caroline Suzanne – Virginia `ginny` isiana- lou isisana – Robert maine. Kecurigaan mulai timbul satu sama lain yang menyebabkan larry terbunuh.
Tiba-tiba scene berganti kembli ke pengadilan Malcolm rivers, ternyata dalam diri Malcolm terdapat lebih dari 10 karakter berbeda yang ia karang sendiri dan saling membunuh dalam cerita di motel tersebut. Dokter yang menanganinya percaya bahwa tokoh Rhodes lah yang merupakan karakter pembunuh. Dengan kata lain, seluruh kejadian di motel merupakan rekayasa pikiran Malcolm rivers yang diperintahkan untuk menghilangkan kepribadian pembunuh dalam dirinya. Dari jalannya sidang seperti melihat seluruh kepribadian Malcolm yang saling membunuh. Hal ini untuk membuktikan bahwa sebenarnya raga Malcolm tidak bersalah, tapi pikiran-pikirannya lah yang berbahaya.
Cerita lalu kembali pada kejadian di motel, Edward dan Rhodes saling menembak hingga keduanya tewas. Hingga tersisa paris yang akhirnya melanjutkan hidup membuka kebun jeruk atau sama saja seperti karakter paris lah yang dipertahankan Malcolm. Namuun unpredictable ending dalam film ini patut diacungi jempol. Karena karakter pembunuh sebenarnya adalah timothy atau timmy anak dari george dan caroline. Dialah yang membunuuh orang-orang atau kepribadian-kepribadian Malcolm. Di akhir cerita paris yang sedang menggali tanah tiba-tiba menemukan kunci motel bernomor 1, kemudian tiba-tiba datang timmy lalu membunuhnya sebagai wujud dari Malcolm yang mempertahankan karakter timmy dalam dirinya .

                                                               BAB II
                                                              TEORI

Disimpulkan bahwa pelaku tersebut mengalami multiple personality atau kepribadian ganda dan schizophrenia.
Adapun penjelasan teori dari multiple personality atau kepribadian ganda dan schizophrenia adalah sebagai berikut :

1.      Menurut Sigmund freud
Istilah skizofrenia berasal dari kata schizos : pecah belah dan phren: jiwa. Skizofrenia menjelaskan mengenai suatu gangguan jiwa dimana penderita mengalami perpecahan jiwa adanya keretakan atau disharmoni antara proses berfikir, perasaan dan perbuatan, Kraepelin seorang ahli kedokteran jiwa dari kota Munich memaparkan skizofrenia sebagai bentuk kemunduran intelegensi sebelum waktunya yang dinamakannya demensia prekox (demensia : kemunduran intelegensi) prekox (muda, sebelum waktunya).Ada banyak perkiraan sebagai penyebab terjadinya skizofrenia, baik yang berasal dari badaniah (somatogenik) maupun psikologis (psikogenik). Perkiraan penyebab skizofrenia yang berasal dari segi fisik yang pertama adalah berasal dari faktor genetik atau faktor keturunan, hal ini telah dibuktikan dengan penelitian tentang keluarga penderita skizofrenia. Potensi untuk mendapatkan skizofrenia tidak langsung diturunkan melalui gen resesif, potensi ini mungkin kuat tapi mungkin lemah sebab selanjutnya juga akan tergantung pada lingkungan individu apakah akan menjadi skizofrenia atau tidak. Sama seperti penderita diabetes mellitus walaupun ia adalah resesif diabetes namun jika ia dapat menjaga pola hidup yang sehat maka ia tidak akan menderita diabetes. Selanjutnya adalah kelainan susunan syaraf pusat, yang terletak pada diensefalon atau kortex otak, kelainan tersebut mungkin disebabkan oleh perubahan postmortem.
2.      Menurut Sigmund freud
Multiple personality atau kepribadian ganda pada teori psikoanalisa nya, mengemukakan trauma pada masa kanak-kanak adalah kejadian paling berpeluang mengakibatkan gangguan kepribadian seseorang. Pada masa kanak-kanak itulah kepribadian mulai berkembang dan terbentuk saat terjadi pengalaman buruk, pengalaman-pengalaman tersebut sebisa mungkin akan di tekan (repress) ke dalam alam bawah sadar. Namun ada beberapa kejadian yang benar-benar tidak bisa ditangani oleh penderita, sehingga memaksanya untuk menciptakan sosok pribadi lainnya yang mampu menghadapi situasi itu. Hal ini merupakan mekanisme pertahanan diri, suatu sistem yang terbentuk saat seseorang tidak bisa menghadapi sebuah kecemasan yang luar biasa. Kepribadian-kepribadian baru akan terus muncul apabila terjadi lagi suatu peristiwa yang tidak bisa teratasi. Munculnya kepribadian-kepribadian itu tergantung pada situasi yang dihadapi. Kepribadian aslinya cenderung tidak mengetahui keberadaan kepribadian lainnya, karena memang hal itu yang diinginkan, yaitu melupakan hal-hal yang telah diambil alih oleh kepribadian lainnya.

BAB III
                                                          ANALISIS

Seorang yang mengalami skizofrenia seakan-akan memiliki dunia sendiri. Hal ini tidak dapat dicegah dan pengobatan pun harus diberikan seumur hidup mereka.
Deskripsi
Istilah "skizofrenia" berasal dari bahasa Inggris yaitu "schizophrenia" yang memiliki arti "pikiran terbagi atau terpecah" di mana hal itu mengacu pada terganggunya keseimbangan pada emosi dan pikiran.
Seperti dilansir Mayo Clinic dan WebMD, Jumat (23/8/2013), skizofrenia juga diartikan sebagai sekelompok gangguan berat pada otak di mana orang akan menafsirkan realitas dengan abnormal, tidak seperti orang pada umumnya. Orang yang mengalami hal ini akan mengalami beberapa hal seperti halusinasi, khayalan, dan gangguan pada pemikiran dan perilaku. Mayoritas dari penderitanya mengalami rasa takut yang luar biasa. Biasanya, penyakit ini mulai muncul pada usia dewasa muda. Skizofrenia bisa dikatakan sebagai sebuah kondisi yang kronis. Sebab, penderitanya tidak dapat dilepaskan dari namanya pengobatan. Mereka harus mendapatkan perawatan seumur hidup mereka.

Skizofrenia dibedakan menjadi lima subtipe, yakni:
1. Paranoid
Orang yang mengalami hal ini akan sering berkhayal dan mengalami halusinasi, biasanya pada pendengaran. Penderitanya sering mendengar suara-suara pada telinganya, padahal suara itu tidak didengarkan oleh orang lain. Namun, fungsi intelektual dari penderitanya biasanya relatif normal. Jika seseorang mengalami paranoid, biasanya penderitanya biasanya lebih sering menunjukkan kemarahan, bersikap acuh tak acuh, dan cemas. Namun, hal ini masih bisa disembuhkan.
2. Katatonik
Orang yang mengalami subtipe dari skizofrenia ini seringkali melakukan kegiatan dan gerakan yang tidak berarti. Mereka juga akan menarik diri dari lingkungan sosial. Mereka lebih senang menyendiri dan tidak melakukan interaksi dengan orang lain.
3. Tidak teratur
Jenis skizofrenia ini ditandai dengan ucapan dan perilaku yang tidak teratur atau sulit dipahami, misalnya tertawa tanpa alasan yang jelas. Mereka juga sering meluapkan emosi yang tidak pantas. Selain itu, orang yang mengalami hal ini akan terlihat sibuk dengan pemikiran atau persepsi mereka sendiri. Sangat kecil kemungkinan untuk menyembuhkan jenis skizofrenia ini.
4. Diferentiatif
Dibandingkan dengan subtipe lainnya, jenis skizofrenia ini adalah jenis yang paling banyak dialami oleh para penderitanya. Gejala yang ditimbulkan merupakan kombinasi dari beberapa subtipe dari skizofrenia.
5. Residual
Orang yang mengalami hal ini biasanya tidak akan menunjukkan gejala-gejala positif dari penyakit skizofrenia, seperti berkhayal, halusinasi, tidak teratur dalam berbicara dan berperilaku. Biasanya, jenis penyakit ini akan terdiagnosa setelah salah satu dari empat subptipe skizofrenia telah terjadi.

Meski sudah dijelaskan mengenai subtipe dari penyaki skizofrenia, namun sangat sulit untuk menentukan jenis skizofrenia mana yang dialami oleh si penderita. Sebab, mayoritas dari penderita akan menunjukkan gejala-gejala yang hampir sama dengan penderita lainnya. 
Namun, bila penderita sudah menunjukkan beberapa gejala yang dianggap sudah mewakili penyakit ini, maka pengobatan harus dilakukan dengan cepat. Sebab, bila tidak, hal ini dapat menimbulkan beberapa masalah lain. Seringkali, penderita ingin berbuat sesuatu yang dapat menyakiti dirinya sendiri. Bila hal itu tidak berhasil dilakukan, mereka mungkin akan mencoba untuk bunuh diri.

Gejala
Tanda dan gejala yang dialami oleh penderita skizofrenia seringkali dikaitkan dengan penyakit mental lainnya. Sebab, tanda dan gejala dari penyakit ini memang hampir sama dengan tanda dan gejala dari penyakit mental lainnya. Hal ini yang menyebabkan penyakit skizofrenia sulit untuk didiagnosis.
Tanda dan gejala dari penyakit ini dibagi menjadi tiga kategori:
1. Gejala positif
Fungsi otak dari penderita penyakit skizofrenia akan bekerja lebih aktif atau bisa dikatakan berlebihan. Hal ini menyebabkan otak bekerja dengan tidak normal. Akibatnya, penderita akan mengalami beberapa hal seperti berikut ini:
  • Berkhayal
Ini merupakan hal yang paling umum dialami oleh para penderita skizofrenia. Mereka memiliki keyakinan yang berbeda dengan orang normal. Mereka akan melihat realitas yang berbeda pula. Selain itu, penderita juga sering salah menafsirkan persepsi.
  • Halusinasi
Orang yang mengalami penyakit ini sering berhalusinasi. Mereka seringkali melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada.
  • Gangguan pikiran
Penderita skizofrenia akan kesulitan berbicara dan mengatur pikirannya sehingga hal ini mengganggu kemampuan berkomunikasi.
  • Perilaku tidak teratur
Orang yang mengalami skizofrenia sering berperilaku aneh, seperti anak kecil yang melakukan hal-hal konyol.
Selain keempat hal di atas, para penderitanya juga sering curiga dan mereka seolah-olah berada di bawah pengawasan yang ketat. Hal itu menyebabkan mereka merasa tertekan.
2. Gejala negatif
Gejala ini mengacu pada berkurangnya atau bahkan tidak adanya karakteristik fungsi otak yang normal. Gejala ini mungkin muncul disertai atau tanpa adanya gejala positif. Gejala-gejala yang ditimbulkan antara lain:
  • Sulit mengekspresikan emosi
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Kehilangan motivasi
  • Tidak minat melakukan kegiatan sehari-hari
  • Mengabaikan kebersihan pribadi
Gejala-gejala tersebut seringkali dianggap sebagai kemalasan yang biasa dialami oleh tiap orang. Namun, hal itu ternyata keliru.
3. Gejala kognitif
Jenis gejala ini akan menimbulkan masalah pada proses berpikir. Tanda dan gejala yang mungkin timbul, antara lain:
  • Masalah dalam membuat informasi yang masuk akal dan dapat dimengerti
  • Sulit berkonsentrasi
  • Masalah pada memori otak
Selain ketiga gejala di atas, penyakit skizofrenia juga akan menimbulkan masalah pada suasana hati. Para penderitanya akan mengalami depresi, cemas, dan seringkali mencoba untuk bunuh diri. Gejala-gejala dari penyakit ini lambat laun dapat melumpuhkan para penderitanya. Sebab, hal ini sangatlah mengganggu kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan rutin sehari-hari.
Namun, apabila penderitanya masih berusia remaja, gejala yang ditimbulkan sulit untuk dideteksi dan kemudian dianggap sebagai penyakit skizofrenia. Sebab, pada usia tersebut mereka pasti akan mengalami hal-hal ini yang ternyata merupakan gejala dari penyakit skizofrenia:
  • Menarik diri dari keluarga dan teman
  • Penurunan kinerja di sekolah
  • Sulit tidur
  • Cepat emosi
Namun, bila dibandingkan dengan orang dewasa, anak muda kurang cenderung mengalami khayalan dan lebih cenderung mengalami halusinasi visual.
Penyebab
Penyebab pasti dari penyakit skizofrenia belum diketahui. Namun, beberapa peneliti percaya bahwa penyakit ini dapat terjadi akibat unsur kimia pada otak bermasalah, termasuk neurotransmiter dopamin dan glutamat. Hal ini terlah dibuktikan dari sebuah studi neuroimaging yang menunjukkan perbedaan dalam struktur otak dan sistem saraf pusat dari penderita skizofrenia. Selain itu, para peneliti juga percaya bahwa faktor genetika dan lingkungan turut berkontribusi dalam perkembangan penyakit ini. Namun, ada beberapa faktor yang tampaknya dapat meningkatkan risiko penyakit ini timbul dan berkembang, seperti:
  • Kondisi hidup yang penuh stres
  • Sering mengkonsumsi obat psikoaktif selama masa remaja dan dewasa muda
  • Sering terkena paparan virus, racun, atau kekurangan gizi selama masa kehamilan, khususnya pada trimester pertama dan kedua
Pengobatan
Tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit skizofrenia. Namun, pengobatan dini dapat membantu mencegah kekambuhan dan memburuknya gejala yang timbul akibat dari penyakit ini. Bila tidak diobati, penyakit ini dapat menimbulkan masalah pada emosi, perilaku, dan kesehatan yang semakin lama akan semakin memburuk. Oleh karena itu, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter. Bila Anda telah menduga bahwa Anda mengalami skizofrenia, bicaralah ke dokter Anda. Sebab, dokter akan langsung meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa jenis tes dan ujian yang umumnya dilakukan oleh dokter, antara lain:
  • Tes laboratorium
Dokter akan melakukan tes darah, misalnya dengan melakukan penghitungan sel darah secara lengkap (CBC). Hal ini dapat membantu Anda untuk menyingkirkan kondisi lain yang menimbulkan gejala serupa. Selain itu, dokter mungkin akan merekomendasikan kepada Anda untuk melakukan skrining untuk alkohol dan obat-obatan.
  • Tes pencitraan dengan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) dan computed tomography (CT) scan.
  • Evaluasi psikologis
Dokter akan memeriksa status mental Anda dengan cara mengamati penampilan dan sikap Anda. Dokter akan mengajukan pertanyaan seputar pikiran, suasana hati, khayalan, halusinasi, penyalahgunaan zat, dan potensi percobaan bunuh diri.
Bila dokter sudah menetapkan bahwa Anda mengalami penyakit skizofrenia, dokter pasti akan langsung merujuk Anda untuk melakukan pengobatan. Penyakit ini mruapakan suatu kondisi kronis yang mengharuskan penderitanya untuk melakukan pengobatan seumur hidup mereka walaupun gejala yang timbul juga telah mereda. Anda dapat melakukan pengobatan dengan cara menggunakan obat-obatan atu dengan terapi psikososial.
1. Obat-obatan
Pengobatan dasar untuk mengatasi penyakit skizofrenia adalah dengan menggunakan obat-obatan. Obat antipsikotik adalah obat yang paling sering digunakan untuk mengobati penyakit ini. Jenis obat ini dapat mengontrol gejala karena obat ini dapat mempengaruhi neurotransmitter otak dopamin dan serotonin. 
Pilihan pengobatan juga disesuaikan dengan keadaan dari penderitanya. Bila si penderita merupakan pribadi yang tidak disiplin dan pelupa, dokter mungkin akan memberikan obat dengan cara disuntikkan, bukan dalam bentuk pil yang sering dilupakan. 
Selain itu, apabila si penderita adalah pribadi yang gelisah, dokter akan melakukan pengobatan awal dengan memberikan obat penenang, seperti benzodiazepin dan lorazepam (Ativan), di mana obat tersebut dapat dikombinasikan dengan obat antipsikotik. Berikut jenis-jenis obat yang dapat Anda gunakan untuk menangani penyakit ini:
  • Obat konvesional atau tipikal dan obat antipsikotik
Jenis obat ini memiliki efek samping neurologis yang berpotensi untuk mengembangkan gangguan pada gerakan (tardive dyskinesia). Beberapa macam dari jenis obat ini, antara lain Chlorpromazine, Fluphenazine, Haloperidol (Haldol), dan Perphenazine. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan obat antipsikotik yang dapat mengontrol tanda dan gejala dari penyakit skizofrenia dengan dosis serendah mungkin.
  • Obat antipsikotik atipikal
Ini merupakan jenis obat baru yang juga digunakan untuk mengatasi penyakit skizofrenia. Obat ini juga lebih banyak disukai karena memiliki risiko efek samping yang ditimbulkan lebih rendah daripada obat konvensional. Efek samping dari jenis obat ini antara lain menambah berat badan, menimbulkan penyakit diabetes, dan kolestrol darah menjadi tinggi. Ada beberapa macam obat antipsikotik atipikal, misalnya Aripiprazole (Abilify), Clozapine (Clozaril, Fazaclo ODT), Olanzapine (Zyprexa), dan masih banyak lagi.
Dengan melakukan pengobatan dengan obat-obatan seperti di atas, kondisi Anda dapat Anda kelola dengan lebih mudah. Namun, karena banyak obat yang menimbulkan efek samping yang serius, banyak orang enggan untuk melakukan pengobatan dengan menggunakan obat-obatan.
2. Perawatan psikososial
Meskipun obat-obatan adalah landasan dari pengobatan penyakit skizofrenia, perawatan psikososial juga penting untuk dilakukan. Pada perawatan ini, Anda akan melakukan beberapa hal, seperti berikut:
  • Pelatihan keterampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi.
  • Terapi keluarga yang dapat memberikan dukungan dan pendidikan bagi keluarga yang berhubungan dengan penderita penyakit skizofrenia.
  • Rehabilitasi vokasional atau kejuruan dan dukungan pekerjaan guna membantu penderita skizofrenia untuk dapat mempertahankan pekerjaan mereka walaupun dalam kondisi krisis.
  • Terapi individu. Penderita akan diajari untuk mengelola stress dan mengidentifikasi tanda dan gejala sedini mungkin supaya mereka dapat menghindari kekambuhan.
Selain itu, bagi orang-orang yang memiliki risiko pada peningkatan penyakit skizofrenia dianjurkan untuk melakukan langkah-langkah proaktif, seperti menghindari penggunaan narkoba, mengurangi stres, dan tidur dengan cukup.
Dengan begitu, mereka dapat terbantu untuk meminimalkan gejala dan mencegah penyakit ini semakin memburuk. Dengan perawatan yang tepat, kebanyakan orang dengan skizofrenia dapat mengelola kondisi mereka.
Pemecahan kepribadian atau sering juga disebut kepribadian ganda, atau juga lebih terkenal dengan nama alter ego. Merupakan suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain. Kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin dilakukannya. Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa ada satu orang yang memiliki pribadi lebih dari satu atau memiliki dua pribadi sekaligus. Kadang si penderita tidak tahu bahwa ia memiliki kepribadian ganda, dua pribadi yang ada dalam satu tubuh ini juga tidak saling mengenal dan lebih parah lagi kadang-kadang dua pribadi ini saling bertolak belakang sifatnya.
Akan tetapi,ada kasus penyembuhan dimana dua pribadi atau lebih yang ada dalam tubuh ini saling mengenal,dan mereka melakukan sinkronisasi atau menyelaraskan pola pikir,sifat,dan tujuan mereka sehingga mereka mampu membagi segalanya yang ada di hidup mereka dengan perjanjian atau syarat tertentu yang mereka buat sendiri.Dengan begitu mereka mampu menjalani kehidupan normal bahkan bisa mengendalikan pengambilan alih badan atas keinginan mereka sendiri.Penderita yang sudah melakukan sinkronisasi dengan dirinya yang satu lagi akan terlihat seperti orang normal selayaknya.
Terlebih lagi penderita yang sudah melakukan sinkronisasi bila dilihat dari luar akan terlihat seperti orang yang mempunyai banyak keahlian,hal ini dikarenakan kepribadian si penderita yang lain mempunyai sifat dan keahlian tersendiri,sehingga ketika si kepribadian asli tidak bisa melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan kepribadian lainnya,Ia akan bertukar dengan kepribadian yang ahli dalam hal itu untuk diandalakan dalam menyelesaikan hal tersebut.
Contohnya apabila ada kasus dimana seorang mahasiswa berkepribadian ganda harus melakukan presentasi materi di depan kelas.Kepribadian asli mahasiswa ini mempunyai sifat gugup bila dihadapan orang ramai yang membuatnya buruk dalam presentasi,dan secara kebetulan kepribadiannya yang lain mempunyai sifat berani dan percaya diri.Dalam keadaan ini apabila sudah melakukan sinkronisasi si kepribadian asli akan bertukar dengan kepribadian yang percaya diri ini untuk menyelesaikan presentasi yang harus dilakukan.
Ataupun keadaan dimana si penderita harus mengikuti ujian matematika,tentu si penderita akan berdiskusi dengan kepribadiannya yang lain siapa yang lebih mampu untuk mengerjakan soal hitung-hitungan tersebut.

                                                           BAB IV
                                          KESIMPULAN DAN DISKUSI

Adegan ini dapat dikatakan adegan utama dari film ini yang dapat menjelaskan keseluruhan cerita, adegan ini pula yang menghubungkan dua latar yang tidak berhubungan sebelumnya. Plotutama dari cerita adalah : multiple personality, kesepuluh tokoh tersebut adalah kepribadian-kepribadian dari Malcolm Rivers yang dipaksa saling bunuh agar tercipta satu kepribadian saja yang tersisa. Bisa dikatakan Rivers, sedang disembuhkan dari ‘penyakit’ kepribadian ganda.
Sebagai kesimpulan, film ini menawarkan beberapa plot twist yang menarik :
1.      ‘Puisi’ diawal film, merupakan foreshadowing atas adegan utama dari film ini.
2.      Menggunakan cara flashback, untuk menjelaskan kejadian-kejadian di film, ini merupakan cara termudah dan banyak digunakan pada film atau novel bergenre seperti ini.
3.      Tokoh-tokoh kepribadian, konsep menarik untuk menjelaskan pembunuhan berantai, jadi sebenarnya tidak ada jiwa yang hilang di film ini. Kurang lebih, kepribadian yang hilang.
4.      Pada awal film, terlihat bahwa film ini merupakan film pembantaian biasa, pada bagian tengah, dibalikkan bahwa ini sama sekali bukan pembunuhan (tidak ada nyawa yang melayang), pada akhir film saya menyadari bahwa memang terjadi pembantaian, bukan nyawa, namun kepribadian.
Kesamaan dengan ‘And There They Were None‘ bukan itu saja, jika anda juga sudah membaca novel tersebut, pada film ini dimasukkan unsur plot ‘Red Herring’ (pengalih perhatian), anda akan menyadari bahwa ada tokoh yang pura-pura (diperlihatkan) mati, yang anda temukan ternyata adalah pelakunya. Kalau saya tidak salah ingat, keduanya merupakan nomor ke-4. Keduanya merupakan tokoh yang paling terlihat tidak bersalah.
DAFTAR PUSTAKA :


comment teknik observasi dan teknik wawancara part II

Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.
Bentuk wawancara
Bentuk-bentuk wawancara antara lain:
1.     Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita.
2.     Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu.
3.     Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon.
4.     Wawancara pribadi.
5.     Wawancara dengan banyak orang.
6.     Wawancara dadakan / mendesak.
7.     Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan mewawancarai seorang, pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya.
Jenis-Jenis wawancara
Ditinjau dari segi pelaksanaannya, wawancara dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
·         Wawancara bebas
Dalam wawancara bebas, pewawancara bebas menanyakan apa saja kepada responden, namun harus diperhatikan bahwa pertanyaan itu berhubungan dengan data-data yang diinginkan. Jika tidak hati-hati, kadang-kadang arah pertanyaan tidak terkendali.
·         Wawancara terpimpin
Dalam wawancara terpimpin, pewawancara sudah dibekali dengan daftar pertanyaan yang lengkap dan terinci.
·         Wawancara bebas terpimpin
Dalam wawancara bebas terpimpin, pewawancara mengombinasikan wawancara bebas dengan wawancara terpimpin, yang dalam pelaksanaannya pewawancara sudah membawa pedoman tentang apa-apa yang ditanyakan secara garis besar.
Sikap-Sikap yang Harus Dimiliki Pewawancara
Saat melakukan wawancara, pewawancara harus dapat menciptakan suasana agar tidak kaku sehingga responden mau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Untuk itu, sikap-sikap yang harus dimiliki seorang pewawancara adalah sebagai berikut:
·         Netral; artinya, pewawancara tidak berkomentar untuk tidak setuju terhadap informasi yang diutarakan oleh responden karena tugasnya adalah merekam seluruh keterangan dari responden, baik yang menyenangkan atau tidak.
·         Ramah; artinya pewawancara menciptakan suasana yang mampu menarik minat si responden.
·         Adil; artinya pewawancara harus bisa memperlakukan semua responden dengan sama. Pewawancara harus tetap hormat dan sopan kepada semua responden bagaimanapun keberadaannya.
·         Hindari ketegangan; artinya, pewawancara harus dapat menghindari ketegangan, jangan sampai responden sedang dihakimi atau diuji. Kalau suasana tegang, responden berhak membatalkan pertemuan tersebut dan meminta pewawancara untuk tidak menuliskan hasilnya. Pewawancara harus mampu mengendalikan situasi dan pembicaraan agar terarah.

Elemen Penting Wawancara
Berikut ini adalah elemen-elemen penting wawancara yang dijelaskan di dalam buku Interviu Prinsip dan Praktik (Stewart & Cash, 2012, p. 1).
·         Interaktif
Wawancara adalah interaktif, karena adanya pertukaran atau pembagian, sebuah peran, tanggung jawab, perasaan, kepercayaan, motif, dan informasi. Jika seseorang berbicara terus menerus dan orang lain mendengarkan, maka hal tersebut adalah sebuah pidato, bukan wawancara.
·         Proses
Sebuah proses adalah interaksi beragam variabel yang dinamis, terus-menerus, dalam tingkatan sistem atau struktur. Dalam berinteraksi, semua pihak memberikan energi yang berkeinginan untuk mencapai sebuah tujuan. Interaksi
komunikasi tidak bersifat statis. Peranan berganti, ada pertukaran informasi, penyampaian perasaan dan motif memproduksi reaksi dan mengacu pada area baru yang tak terduga
l  Parties
Dalam komunikasi, wawancara merupakan suatu bentuk komunikasi untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam wawancara pihak-pihak yang diwawancarai dan yang mewawancarai terlibat dalam proses kontak dan pertukaran informasi. Pihak yang diwawancarai adalah orang yang dari padanya digali informasi. Pihak yang mewawancarai adalah orang yang ingin mendapatkan informasi. Selama wawancara, pihak yang diwawancarai dan mewawancarai terlibat percakapan dengan saling berbicara, mendengar, dan menjawab. Kontak antara orang yang diwawancarai dapat langsung berhadapan muka atau jarak jauh seperti dalam acara wawancara jarak jauh melalui TV.
Pembicaraan dalam wawancara mempunyai tujuan yang lebih jauh daripada percakapan biasa karena mempunyai makna yang melebihi maksud percakapan biasa. Karena itu, pembicaraan mengikuti struktur tertentu. Pembicaraan itu bolak-balik antara orang yang mewawancarai dan yang iwawancarai, pertanyaan diajukan dan dijawab secara bergantian dengan maksud menggali topik yang disepakati untuk dibahas guna mencapai tujuan yang direncanakan untuk wawancara itu.
l  Purpose
Tujuan wawancara adalah:1) Untuk memperoleh informasi guna menjelaskan suatu situasi dankondisi tertentu.2) Untuk melengkapi suatu penyelidikan ilmiah.3) Untuk memperoleh data agar dapat mempengaruhi situasi atau orangtertentu.
l  questions

1. Klarifikasi Pertanyaan dari Interviewer

Banyak dari kita terkadang merasa takut untuk mengklarifikasi pertanyaan-pertanyaan dari pewawancara atau interviewer. Hal ini terjadi karena kita khawatir bahwa pewawancara akan berpikir kamu tidak memperhatikan pada pertanyaan yang mereka ajukan. Padahal dengan mengklarifikasi pertanyaan, tujuannya adalah untuk memperjelas pertanyaan tersebut. Tentunya, diharapkan kamu tidak salah dalam menjawabnya. Selain itu, hal ini juga dapat membantu kamu lebih rilex dalam memberikan respon yang relevan dan bijak.

2. Berpikir Keras

Salah satu kesalahan yang banyak dialami pada saat wawancara adalah mengulur-ulur waktu ketika kamu tidak memiliki jawaban yang pas. Bahkan kadang secara spontan kita menjawab dengan kalimat “Saya tidak tahu.” Meski kamu tidak memiliki jawaban yang tepat dengan pertanyaan yang diajukan, ada baiknya coba untuk berpikir keras beberapa menit. Ini adalah taktik yang baik untuk mensiasati masalah ini.

3. Komunikasi NonVerbal

Pada saat kamu pergi ke sebuah wawancara, apakah kamu menemukan diri kamu dalam keadaan gelisah dan menatap lantai atau meja ketika menjawab pertanyaan? Jika benar demikian, kamu mungkin akan melewatkan kesempatan yang ada di depan kamu.
Myers menganjurkan agar berlatih melakukan wawancara dengan seorang teman atau belajar menjawab pertanyaan di depan cermin. Ini bertujuan untuk melatih kontak mata, bahasa tubuh dan indikator-bahasa lain yang akan mempengaruhi penilaian tentang kamu. Jangan lupa untuk berjabat tangan erat baik sebelum dan sesudah wawancara. Ingat, jangan menjauh atau menghindar dari kontak mata selama wawancara.

4. Pahami Resume Kamu Sendiri

Mengetahui resume kamu sendiri secara luar dalam adalah bagian sangat penting agar sukses dalam sesi wawancara. Seperti kita tahu bahwa banyak pencari kerja saat ini, menyesuaikan resume mereka agar sesuai dengan perusahaan atau posisi tertentu. Karenanya, pastikan kamu meluangkan waktu untuk memahami resume kamu sendiri. Jangan sampai di resume kamu tertulis A tapi ketika diberi pertanyaan kamu justru menjawab B. Hal ini akan membuktikan bahwa kamu kurang memahami diri kamu sendiri.

Wawancara = interaksi
Dimensi-dimensi kritis dalam hubungan antar pribadi :
1.      similaritas
2.      inklusi / involvement
3.      afeksi / liking
4.      control / dominance
5.      trust

how to behave ?
SOLERs
Ø  S : squarely
Ø  O : open
Ø  L : lean forward
Ø  E : eye contact
Ø  R : relax

Tipe wawancara
1.     Wawancara tradisional Dalam wawancara jenis ini, Anda akan dihadapkan pada beragam pertanyaan yang bersifat ‘luas’ dan harus bisa menjawabnya dengan spesifik. Beberapa contoh pertanyaannya, seperti “Kenapa Anda ingin bekerja di sini?” atau “Coba ceritakan tentang diri Anda”. Cara menguasainya, cukup dengan latihan dan susun jawaban yang ingin Anda sampaikan pada pewawancara. Pertanyaan yang diberikan memang terkesan umum, karena itulah coba cari jawaban yang membuat Anda terlihat menonjol dan berkesan bagi si pewawancara
2.     Wawancara perilakuBiasanya dalam wawancara ini, pewawancara ingin mencari keahlian tertentu dari kandidat yang diwawancara. Pertanyaan yang diberikan seputar “Kenapa Anda ingin bekerja di sini?” atau “Berikan contoh apa yang akan Anda lakukan jika dihadapkan pada situasi berikut...” Cara menguasainya, berikan jawaban berdasarkan pengalaman profesional Anda sebelumnya. Untuk setiap jawaban yang Anda berikan, coba pikirkan seputar situasi, tindakan yang Anda ambil, bagaimana perasaan Anda akan tindakan tersebut, dan apa yang Anda pelajari. Apapun jawaban Anda, yang penting jangan berbohong atau memberikan respon yang terdengar ‘kabur. 3.
3.    .Wawancara kasus Tidak jarang juga pewawancara akan memberikan Anda sebuah kasus atau permasalahan bisnis yang harus dipecahkan. Mereka ingin tahu cara berpikir serta kemampuan Anda menganalisa dan mengatasi permasalahan tersebut. Cara menguasainya, Anda harus paham lebih dulu bahwa tidak ada jawaban yang sempurna. Anda akan dinilai berdasarkan pendekatan solusi yang Anda tawarkan. Karena itu sebelum menjawab, pastikan Anda mengerti sepenuhnya kasus yang diberikan, kemudian pikirkan dengan baik-baik. Jika Anda tidak yakin, silakan tanyakan lagi kepada pewawancara dan dengarkan, karena tidak jarang mereka membocorkan petunjuk melalui pertanyaan yang diberikan.

Komunikasi dalam wawancara :
1.      Setidaknya ada dua pihak
2.      Peran dapat berubah / berpindah
3.      Pendekatan direktif / langsung

Observasi
Observasi dalam diagnostik
Devinisi secara umum obervasi diartikan sebagai kegiatan memperhatikan seseorang atau sesuat, mengikutinya dengan mata, yang dilakukan secara sadar dengan seksama dalam kurun waktu tertentu ( Wahring, 1978; Drosdowski, 1989); memperhatikan, mengontrol, mengendalikan sesuatu untuk tujuan tertentu, yang dilakukan dalam waktu tertentu (Drosdowski, 1989); melihat dan memperhatikan (Hornby, 1984); melihat atau mengindra, terutama melalui perhatian yang seksama (The Merriam-Webster Dictionary, 1977).
Menurut Kaminski (1977), observasi dapat dipahami sebagai semua jenis proses, atau berikutnya hasil, yang melibatkan pembuatan kesimpulan dan pemaknaan data-data dari setiap keadaan atau kejadian pada realitas yang bias dialami, sebagaimana terjadi pada ilmu pengetahuan lain tentang pengalaman (Erfahrungswissenschaften)
Jenis-Jenis observasi
1.      Observasi sebagai proses untuk mendapatkan informasi. Mengacu pada pengertian ini, observasi bias dibagi dalam beberapa fase. Fase awal observasi biasanya lebih merupakan observasi bebas, yang lebih diarahkan untuk memunculkan hipotesis. Fase berikutnya merupakan observasi yang lebih sistematik, lebih ketat dan secara metodik terstandardisasi, yang dilakukan dalam rangka pengujian hipotesis.
2.      Observasi berdasarkan keterlibatan pelaku observasi dalam proses mendapatkan informasi. Dalam pemahaman ini observasi dibedakan antara observadi partisipatif (teilnehmende Beobachtung) dan observasi non-partisipatif (nicht-teilnehmende Beobachtung)
3.      Observasi berdasarkan objek yang diobservasi. Menurut pengolongan ini observasi bias dibedakan antara observasi terhadap dirisendiri, disebut Selbstbeobachtung atau introspeksi; dan observasi terhadap orang lain (Fremdbeobachtung). Dalam kaitanya dengan prilaku (Verhaltensbeobachtung), meliputi juga observasi terhadap bagian dari lingkungan yang relevan dengan kemunculan perilaku tersebut (Kaminski, 1977).
4.      Observasi sebagai proses penerimaan dan pengelolahan informasi. Dalam proses tersebut pelaku observasi bias menjadi objek dari penelitian dan pengembangan teori psikologi.
Patton (1990) mengatakan bahwa data hasil observasi menjadi penting, karena :
  1. Peneliti akan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang konteks dalam hal yang diteliti ada atau terjadi.
  2. Observasi memungkinkan peneliti untuk bersikap terbuka, berorientasi pada penemuan daripada pembuktian, dan mempertahankan pilihan untuk mendekati masalah secara induktif. Dengan berada dalam situasi lapangan yang nyata, kecenderungan untuk dipengaruhi berbagai konseptualis (yang ada sebelumnya) tentang topic yang diamati akan berkurang.
  3. Mengingat individu yang telah sepenuhnya terlibat dalam konteks hidupnya seringkali mengalami kesulitan merefleksikan pemikiran mereka tentang pengalamannya, observasi memungkinkan peneliti melihat hal-hal yang oleh pertisipan atau subjek peneliti sendiri kurang disadari.
  4. Observasi memungkinkan penelitian memperoleh data tentang hal-hal yang karena berbagai sebab tidak diungkap oleh subjek penelitian secara terbuka dalam wawancara.
  5. Jawaban terhadap pertanyaan akan diwarnai oleh persepsi selektif individu yang diwawancara. Berbeda dengan wawancara, observasi memungkinkan peneliti bergerak lebih jauh dari persepsi selektif yang ditampilkan subjek penelitian atau pihak-pihak lain.
Observasi memungkinkan peneliti merefleksi dan bersikap introspektif terhadap penelitian yang dilakukannya. Impresi dan perasaan pengamat akan menjadi bagian dari data yang pada gilirannya dapat dimafaatkan untuk memahami fenomena yang diteliti.
Bagi psikolog, observasi perlu dilakukan karena bebarapa alasan:
  1. Memungkinkan mengukur banyak perilaku yang tidak dapat diukur dengan menggunakan alat ukur psikologi yang lain (alat tes). Hal ini banyak terjadi pada anak-anak.
  2. Prosedur testing formal seringkali tidak ditangapi serius oleh anak-anak sebagaimana orang dewasa, sehingga sering observasi menjadi metode pengukur utama.
  3. Observasi dirasakan lebih tidak mengancam dibandingkan cara pengumpulan data yang lain. Pada anak-anak observasi menghasilkan informasi yang lebih akurat dibandingkan orang dewasa sebab orang dewasa akan memperlihatkan perilaku yang dibuat-buat bila merasa sedang diobservasi.
Oleh karena itu, tujuan observasi seorang psikolog pada dasarnya adalah:
  1. Untuk keperluan asesmen awal. Dilakukan di luar ruang konseling, misalnya: ruang tunggu, halaman, ruang kelas, ruang bermain.
  2. Untuk menentukan kelebihan dan kelemahan observe dan menggunakan kelebihan tersebut untuk meningkatkan kelemahan klien.
  3. Untuk merancang rencana individual (individual plan) bagi klien berdasarkan kebutuhan.
  4. Sebagai dasar/titik awal dari kemajuan klien. Dari beberapa kali pertemuan psikolog tahu kemajuan yang dicapai klien.
  5. Bagi anak-anak. Untuk mengethui perkembangan anak pada tahap tertentu.
  6. Untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan klien.
  7. Digunakan dalam memberi laporan pada orang tua, guru, dokter, dll.
  8. Sebagai informasi status anak/remaja (di sekolah) untuk keperluan bimbingan dan konseling.